Monday, December 7, 2009
Perempuan
"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya."
"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh."
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak- anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya."
"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya."
"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu."
"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan."
"Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada."
Monday, November 16, 2009
Aku bukan selayaknya
Aku sendiri sebenarnya x mampu nak membuat keputusan yang sebetulnya sekarang. Arfan terletak jaoh sekali di hati. Kukuh dan kuat nya dalam hati ku dengan keizinan dari pencipta ku. Aku bisa membuat keputusan kerana keizinan nya. Aku bisa bersabar dan bertahan atas segala dugaan semua nya atas kasih dan cinta nya Allah kepada ku. Aku berharap, kasih dan sayang ku pada arfan kelak akan mampu menyebabkan aku mampu makin dekat dengan pencipta ku. Walaupun mungkin dia adalah bukan untuk ku tapi aku tetap mendoakan itu bukan penyebab aku semakin jauh dengan penciptaku. Amin...
Aku bersandar hanya pada Mu Ya Allah, Yang Maha mengetahui, hidup, mati, jodoh dan rezeki ku. Aku hanya perlu berusaha. Tapi terus terang ku katakan, jika tentang arfan di bicarakan, aku kaku untuk memberikan apa-apa jawapan sekali pun. Cuma apa yang mampu aku katakan, Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam hati ku. Kerna walau seribu kata pun aku luahkan untuk menghuraikan nya, tetap tidak mampu untuk mengatakan perasaan ku pada nya.
Aku bersujud hanya pada mu Ya Allah pada tiap kali perasaan rindu ku padanya meragut ketenangan jiwaku. Aku bersujud pada mu Ya Allah pada tiap kali aku luahkan sayang ku pada nya. Aku bersujud pada tiap kali mata ini tidak mampu ku lelapkan barang sesaat tika aku sangat merinduinya. Aku sujud pada mu Ya Allah tika aku tidak lagi mampu meluahkan perasaan walau dengan sesiapapun. Kerna sesungguhnya kau lebih mengetahui apa yang aku rasa, siapa diriku, hati ku dan niat ku. Sesungguhnya di hadapan Mu, aku ada lah manusia yang paling lemah sekali.
seorang sahabat bertanya kepada nabi S.A.W "bagaimana ciri-ciri org yang patut aku dampingi (untuk di jadikan teman)?
Nabi bersabda: " teman yg patut kamu dampingi ialah apabila melihatnya kamu teringat Allah, apabila mendengar kata-katanya bertambah ilmumu, dan apabila melihat amalan-amalan nya lalu kamu teringat dengan akhirat"
Wednesday, October 21, 2009
Girl < Woman.
Girls want to control the man in their life.
Grown women know that if he’s truly hers, he doesn’t need controlling.
Girls check you for not calling them.
Grown women are too busy to realize you hadn’t.
Girls are afraid to be alone.
Grown women revel in it-using it as a time for personal growth.
Girls ignore the good guys.
Grown women ignore the bad guys.
Girls make you come home.
Grown women make you want to come home.
Girls leave their schedule wide-open and wait for a guy to call and make plans.
Grown women make their own plans and nicely tell the guy to get in where he fits.
Girls worry about not being pretty and/or good enough for their man.
Grown women know that they are pretty and/or good enough for any man.
Girls try to monopolize all their man’s time (i.e., don’t want him hanging with his friends).
Grown women realize that a lil’ bit of space makes the ‘together time’ even more special-and goes to kick it with her own friends.
Girls think a guy crying is weak.
Grown women offer their shoulder and a tissue.
Girls want to be spoiled and ‘tell’ their man so.
Grown women ‘show’ him and make him comfortable enough to reciprocate without fear of losing his ‘manhood’.
Girls get hurt by one man and make all men pay for it.
Grown women know that was just one man.
Girls fall in love and chase aimlessly after the object of their affection, ignoring all ‘signs’.
Grown women know that sometimes the one you love, don’t always love you back-and move on, without bitterness.
Girls will read this and get an attitude.
Grown women will read this and pass it on to other Grown women & their male friends
Monday, October 5, 2009
One day.
A large crowd gathered and they all admired his heart for it was perfect.
Yes, they all agreed it truly was the most beautiful heart they had ever seen.
The young man was very proud and boasted more loudly about his beautiful heart.
Suddenly, an old man appeared at the front of the crowd and said, "Why your heart is not nearly as beautiful as mine."
The crowd and the young man looked at the old man's heart. It was beating strongly ... but full of scars. It had places where pieces had been removed and other pieces put in ... but they didn't fit quite right and there were several jagged edges.
In fact, in some places there were deep gouges where whole pieces were missing.
The people starred ... how could he say his heart is more beautiful, they thought?
The young man looked at the old man's heart and saw its state and laughed. "You must be joking," he said. "Compare your heart with mine ... mine is perfect and yours is a mess of scars and tears."
Sometimes I have given pieces of my heart away ... and the other person hasn't returned a piece of his heart to me. These are the empty gouges ... giving love is taking a chance. Although these gouges are painful, they stay open, reminding me of the love I have for these people too ... and I hope someday they may return and fill the space I have waiting. So now do you see what true beauty is?"
The young man stood silently with tears running down his cheeks. He walked up to the old man, reached into his perfect young and beautiful heart, and ripped a piece out. He offered it to the old man with trembling hands.
The old man took his offering, placed it in his heart and then took a piece from his old scarred heart and placed it in the wound in the young man's heart.
It fit .... but not perfectly, as there were some jagged edges.
The young man looked at his heart, not perfect anymore but more beautiful than ever, since love from the old man's heart flowed into his.
They embraced and walked away side by side.
Wednesday, September 30, 2009
Jodoh hampir ke gereja
" Tak boleh.Anak sendiri mengaku gadis ini sudah bertunang dengan pemuda
lain.Saya tak mahu bersubahat dengan anak berdua ! " .
" Tapi dia tidak mencintai tunangnya itu ! "
" Itu soal lain.Soalnya, dia sudah bertunang! " .
" Apakah tuan kadi sanggup melihat kami bersekedudukan
dan melakukan zina ? "
" Astafirullahal'azim ! Mengucap nak ! "
" Kami masih ingatkan Allah,tuan kadi.Kami masih berpegang kepada ajaran
agama.Sebab itulah kami minta supaya kami dinikahkan.Kami tak mahu
bersekedudukan tanpa nikah ".
" Kalau anak berdua berpegang kepada
agama,anak juga harus berpegang kepada Adat .Adat yang telah menetapkan
pertunangan anak itu ".
" Saya tak mahu kahwin dengan tunang saya itu ! Saya tidak mencintai dia ! "
" Kalau begitu anak pulanglah dulu.Merayu
kepada ibu bapa anak supaya memutuskan pertunangan anak dengan pemuda
itu.Kemudian suruhlah kekasih anak ini masuk meminang ".
" Itu tidak mungkin,tuan kadi.Ibu bapa saya tidak akan menerima pinangan kekasih saya ini ".
" Anak mesti pujuk ibu bapa anak itu baik-baik " .
" Tidak, Tuan kadi.Orang tua saya tidak akan menerima pinangan dia.Lagipun, ayah
saya panas baran orangnya.Kalau saya minta pertunangan saya dengan pemuda
itu diputuskan, Dia pasti mengamuk.Dia akan bunuh saya tuan kadi ! "
" Tidak ada orang tua yang sanggup membunuh anak kandungnya sendiri ! " "
Tidak tuan kadi.Kalaupun ayah tidak sanggup membunuh saya,nyawa kekasih
saya ini yang akan menjadi mangsanya nanti ! ".
" Benar tuan kadi.Tolonglah nikahkan kami.Kami tidak ada pilihan lain lagi ".
" Kalau macam tu,saya pun tak ada pilihan .Saya tak dapat menikahkan anak
berdua.Anak cubalah pergi jumpa kadi daerah lain " .
Salim mengeluh kecewa.Begitu juga Anisa.Mereka berpandangan, hampa.Malam itu Salim tidak
dapat menumpukan perhatian kepada tugasnya.Entah berapa kali dia membuat
kesilapan memukul drumnya.Albert, ketua kumpulannya yang bermain Keyboard
dapat mengesan keadaan Salim.Sewaktu break dia mengajak Salim minum di
sebuah gerai di depan bangunan yang menempatkan Century Night Club ,tempat
mereka mengikat kontrak bermain muzik .
" So,you orang tak dapat nikah lagi ? " Albert menduga.
Salim hanya mengangguk.Albert merenung tepat wajah temannya itu,simpati. Beberapa ketika kemudian Albert bersuara perlahan-lahan. Teragak-agak .
" I kesian tengok you berdua. I betul-betul nak tolong you tapi tak tau macam mana…."
" Terima kasihlah Albert. You memang tak boleh tolong kita orang…"
Sepi.Salim dan Albert sama-sama terdiam.Masing- masing melayani perasaan sendiri.Salim tiba-tiba
teringat pada kekasihnya Anisa.Mungkin Ani sedang tidur di
bilik.Tapi,dapatkah dia tidur dalam keadaan fikirannya yang berkecamuk
macam sekarang ni ? . Salim terus termangu melayani fikirannya.Segala yang
telah berlaku mengimbas kembali dilayar kenangannya…… . Malam itu dia
memenuhi gesaan Anisa supaya menemui orang tua kekasihnya itu.Dia memang
amat keberatan tapi Anisa merayu dan menangis meminta dia datang .
" Datanglah bang….Kalau abang benar-benar cintakan Ani,"Anisa merayu...
Lalu dia memberanikan diri nekad mengunjungi keluarga Anisa.Sejak
ketibaannya dirumah itu lagi,renungan tajam Pak Jamlus,ayah Anisa membuat
jantungnya berdegup kencang.Namun rasa cintanya yang amat mendalam
terhadap Anisa menguatkan semangatnya. Akhirnya dia nekad membuka
mulut.Merayu agar pertunangan dengan Anisa dengan tunangnya diputuskan
bagi membolehkan dia berkhawin dengan Anisa .
" Apa,kau dah gila ? "
jerkah Pak Jamlus. " Senang-senang kau suruh aku putuskan pertunangan
anak gadis aku ? kurang ajar ! " .
Serentak dengan kata-kata itu penampar
Pak Jamlus,dukun juga guru ' Silat Rajawali ' Kampung Selesa singgah di
pipinya.
" Ayah ! " Anisa menjerit lalu menangis.Penampar orang tua itu
singgah pula di pipi Anisa.
" Kurang ajar ! Berani kau bawa budak jantan
ni,suruh aku putuskan pertunangan engkau.Baik engkau suruh budak ni
berambus sebelum aku kerat lehernya !
Dia tergamam.Tubuhnya menggeletar,
bukan kerana takut tetapi menahan rasa marah.Marah kerana dihina.Marah
melihat buah hatinya dilempang.Kemarahan nya yang meluap-luap membuat dia
nekad untuk menentang orang tua itu .
" Saya hormat Pak Jamlus sebagai orang tua.Sebagai ayah Anisa.Tapi kalau Pak Jamlus tak tau hormat orang lain,jangan salahkan budak macam saya ni kurang ajar pada Pak Jamlus ! ".
" Abang Salim ,jangan ! " Anisa menerpa lalu menghadang Salim dari
mendekati ayahnya.
" Kurang ajar ! " tengking Pak Jamlus berang dengan
mata yang terjegil.
" Abang Salim,baliklah. Kalau abang sayangkan
Ani,abang baliklah ," Anisa merayu sambil tersedu sedan.
Rayuan Anisa membuat kemarahannya reda.Dia sempat berfikir,menimbangk dan akibatnya
jika dia terlanjur menentang ayah kekasihnya itu .
" Tolonglah bang,baliklah ".
Dia berundur perlahan-lahan ke pintu,lalu keluar Malam itu dia tidak dapat melelapkan mata.Dia cuba menghuraikan kekusutan fikirannya.Bergelut menahan perasaan marah,sedih kecewa..Menjelang
subuh,dia mash lagi begitu.Namun sedikit demi sedikit timbul kekuatan dalam dirinya.Akhirnya dia membuat keputusan untuk melupakan Anisa.Sebagai langkah pertama,dia bertekad untuk ke Seremban,memenuhi pelawaan Albert untuk menyertai kumpulan muzik temannya itu bermain di sebuah kelab malam di sana.Hampir sebulan menyertai kumpulan Albert bermain di kelab malam
itu,dia berjaya meredakan kekecewaannya, Karenah para pengunjung kelab tersebut,gurau senda kawan-kawan serta kesibukan berlatih sedikit sebanyak membantu.Biarpun tidak berdaya melupakan terus Anisa,sekurang- kurangnya dia dapat menerima hakikat,jodohnya dengan Anisa memang tiada.Namun api cinta yang hampir terpadam,tiba- tiba marak kembali..Anisa tiba-tiba
muncul.Rupa- rupanya Anisa telah terlihat gambarnya bersama kumpulan muziknya di dalam sebuah surat khabar Cina.Anisa kemudian membuat keputusan melarikan diri dari rumah dan mencarinya. " Hari perkahwinan Ani semakin dekat.Ani tak sanggup menghadapi hari itu.
"Ani masih cintakan abang , " Ucap Anisa menahan sebak.
" Abang juga tak dapat menerima hakikat yang Ani akan jadi isteri orang lain.Kita akan nikah di sini ! "
katanya sambil mengesat air mata di pipi Anisa. Namun,kenyataannya, apa yang berlaku tidak semudah yang mereka rancangkan.Sudah hampir dua bulan mereka menemui kadi-kadi dan imam-imam di seluruh negeri itu.Berbelas- belas orang semuanya.Namun hasrat mereka bernikah tidak juga
tercapai.Semua kadi dan imam yang mereka temui enggan menikahkan mereka dengan alasan Anisah masih lagi menjadi tunangan pemuda lain..
" I betul-betul kasihan pada you orang berdua. I rasa nak cuba tolong you
orang . I memang ada satu cara…tapi, I tak tahu sama ada you orang
setuju atau tidak," Albert berkata perlahan-lahan, teragak-agak .
" Cara macam mana ? " dia menduga.
" You tahu kan . I ada buat kerja part time main muzik di church . Selalu juga I main muzik untuk wedding …."
Albert masih teragak-agak..
" Jadi ? " dia masih tidak dapat menangkap tujuan kata-kata Albert .
" I pernah main muzik untuk wedding satu pasangan bukan Kristian yang khawin di church …" " Maksud you , Albert ?
" dia ternganga,amat terkejut apabila menangkap apa yang ingin dicadangkan
oleh temannya itu.
" I hanya mahu tolong you orang berdua.Kalau you
orang dapat khawin secara Islam, why not you ….. "
" Tidak,Albert ! Tak mungkin ! ".
Albert terdiam.Dia serba salah Dia duduk bersandar di
kepala katil,menatap wajah Anisa yang sedang lena di sisinya...Wajah
kekasihnya itu kelihatan amat sugul.Penderitaan yang ditanggung jelas
terbayang pada wajahnya.Dia mengeluh.Sudah lebih tiga bulan Anisa datang
dan tinggal bersamanya.Sepanjan g masa itu sudah berbelas-belas kadi dan
imam yang ditemuinya.Impian mereka untuk diijabkabulkan sebagai suami
isteri yang sah tidak juga tertunai dan kini cadangan Albert seakan
membuka satu jalan untuk mereka.Jalan yang tidak pernah terlintas
difikarnnya sebelum itu.. Tidak ! Tidak mungkin ! Kenapa tidak ?
Inilah jalan terbaik buat engkau.Kalau tidak lupakan sajalah niat engkau
untuk berkhawin dengan dia ! Tapi , aku tidak rela….. Dia memang tidak
rela mengorbankan akidah dan imannya.Walaupun dia bukanlah seorang
penganut agamanya yang baik,tetapi dia tidak sanggup menyimpang dari
landasan ajaran agama itu.Malah sudah lebih tiga bulan dia tinggal
sebumbung,tidur sekatil dan sebantal dengan kekasihnya,dia masih dapat
menahan tuntutan nafsunya daripada melakukan zina.Sekurang- kurangnya ke
saat itu...Ini kerana dia tahu,zina adalah sesuatu yang amat dilaknat oleh
Allah.Apatah lagi untuk memilih jalan yang membuat dia menjadi murtad, dia
tidak rela sama sekali Pagi itu dia bersama Anisa pergi menemui seorang
lagi kadi.Kadi yang kesembilan belas dalam usaha untuk bernikah secara sah
menurut hukum agama.
" Baiklah ,kalau tuan kadi juga tidak dapat menikahkan kami,tak apalah," katanya kecewa. " Tapi ingat,jangan salahkan kami kalau kami menikah di gereja nanti ! ".
Entah macam mana kata-kata itu terkeluar dari bibirnya.
" Astafirullahal' azim ! Mengucap nak ! " .
Dia menarik tangan Anisa keluar dari pejabat kadi itu.Anisa mengekori kebingungan . Anisa tidak pasti adakah dia benar-benar mahu di bawa untuk berkahwin di gereja.Tapi rasa cinta yang amat mendalam terhadap Salim,membutakan mata hatinya.Lalu Anisa membulatkan tekad untuk menurut sahaja apa juga keputusan dan tindakan yang akan di lakukan oleh kekasihnya itu.
" Albert," Ucapnya perlahan .
" Ada apa Lim ? " Tanya Albert. " You pernah cakap nak tolong kita orang, kan ? " "
Ya,tapi…."
Albert tergamam. Dia memandang wajah Salim dan Anisa silih berganti.
" Kami dah buat keputusan untuk khawin di church ... I harap you tolong aturkan ! "
Albert merenung wajah kedua temannya itu dengan pandangan yang masih curiga.
" Tapi……."
" Kami tidak bergurau,Albert, please ,help us ! " .
Albert mengangguk perlahan ragu-ragu. Segala persiapan telah diatur.Pagi itu dia dan Anisa telah berpakain sekemis mungkin untuk dinikahkan di sebuah gereja di Bandar itu.Mereka menunggu
kedatangan Albert untuk membawa mereka ke gereja berkenaan .
" Sudahlah.Jangan menangis lagi " .
Dia memujuk Anisa yang menangis tidak
terhenti-henti sejak terjaga dari tidur subuh tadi. Subuh itu dia melihat
Anisa menunaikan solat subuh.Selesai solat Anisa berwirid dan berdoa
sambil menangis teresak-esak. Perlakuan Anisa itu membuat hatinya begitu
hiba.Dia hampir-hampir membatalkan niatnya untuk bekhawin di gereja.Namun
dia mengeraskan semangatnya, tetap tidak berganjak dari keputusannya. Dia
percaya,tindakannya itu nanti akan menjadi suatu protes terhadap kadi dan
imam . Kedengaran bunyi enjin kereta memasuki halaman rumah.Dia dan Anisa
menjengah kekuar melalui pintu.Ternyata bukan kereta Albert yang datang
tetapi sebuah teksi.Mereka berdua berpandangan, tertanya-tanya siapa yang
datang.Sejurus kemudian kelihatan Albert keluar dari pintu depan teksi
tersebut.Dia dan Anisa berasa lega.Tetapi sejurus kemudian dia dan Anisa
amat terkejut.Mereka tidak percaya apa yang mereka lihat.Ayah dan ibu
Anisa keluar dari pintu belakang teksi itu. Ibu Anisa terlebih dahulu
menerpa masuk lalu merangkul tubuh anak gadisnya.
" Ani ! " Ucapnya sambil menangis terharu.
" Mengucaplah nak.Jangan ikutkan kata hati.Ayah dan ibu izinkan engkau berdua berkhawin,nak ! ". " Ya Ani.Ayah izinkan.Ayah akan merestui perkahwinan engkau berdua ! "
Pak Jamlus bersuara menahan sebak. Anisa menerpa lalu melutut di kaki ayahnya itu. Pak Jamlus
memegang kedua belah bahu Anisa lalu mengangkat.
" Sudahla Ani,Salim.Kemaskanlah barang-barang engkau berdua.Ikut ayah balik.Ayah
akan uruskan perkhawinan engkau berdua," Kata Pak Jamlus lagi .
Dia terpinga-pinga .Masih tidak percaya apa yang berlaku.Dia berpaling merenung wajah Albert yang sejak tadi terpaku di muka pintu. Albert membalas renungannya, tersenyum sambil mengangguk-angguk…
KUASA HAMBA TERLETAK PADA DOA
Adakah kita mendahulukan ADAT daripada HUKUM Allah.... Renung-renungkanlah ...
Friday, September 11, 2009
Terhadap nya
Friday, August 28, 2009
Kepudaran
Suami saya adalah serorang jurutera, saya mencintai sifatnya yang
semulajadi dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya
ketika bersandar dibahunya.
3 tahun dalam masa perkenalan dan 2 tahun dalam masa pernikahan, saya
harus akui, bahawa saya mulai merasa letih...lelah, alasan-alasan saya
mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya
seorang wanita yang sentimental dan benar-benar sensitif serta berperasaan
halus. Saya merindui saat-saat romantis seperti seorang anak
kecil yang sentiasa mengharapkan belaian ayah dan ibunya.
Tetapi, semua itu tidak pernah saya perolehi. Suami saya jauh berbeza dari yang saya
harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidak mampuannya dalam menciptakan
suasana yang romantis dalam perkahwinan kami telah mematahkan semua
harapan saya terhadap cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya
kepadanya, bahawa saya inginkan penceraian.
"Mengapa?"Dia bertanya dengan nada terkejut.
"Siti letih, Abang tidak pernah cuba memberikan cinta yang saya
inginkan."
Dia diam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,
nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang boleh saya harapkan daripadanya?
Dan akhirnya dia bertanya.
"Apa yang Abang boleh lakukan untuk mengubah fikiran Siti?"
Saya merenung matanya dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan.
"Siti ada 1 soalan, kalau Abang temui jawapannya didalam hati Siti, Siti
akan mengubah fikiran Siti; Seandainya, Siti menyukai sekuntum bunga
cantik yang ada ditebing gunung dan kita berdua tahu jika Abang memanjat
gunung-gunung itu, Abang akan mati. Apakah yang Abang akan lakukan untuk
Siti?"
Dia termenung dan akhirnya berkata,
"Abang akan memberikan jawapannya
esok."
Hati saya terus gundah mendengar responnya itu.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menenui selembar kertas
dengan coretan tangannya dibawah sebiji gelas yang berisi susu hangat yang
bertuliskan. ..
'Sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan
Abang untuk menjelaskan alasannya."
Kalimah pertama itu menghancurkan hati saya. Namun, saya masih terus ingin membacanya.
"Siti boleh mengetik dikomputer dan selalu mengusik program didalamnya dan
akhirnya menangis di depan monitor, Abang harus memberikan jari-jari Abang
supaya boleh membantu Siti untuk memperbaiki program tersebut."
"Siti selalu lupa membawa kunci rumah ketika Siti keluar, dan Abang harus
memberikan kaki Abang supaya boleh menendang pintu, dan membuka pintu
untuk Siti ketika pulang."
"Siti suka jalan-jalan di shopping complexs tetapi selalu tersasar dan ada
ketikanya sesat di tempat-tempat baru yang Siti kunjungi, Abang harus
mencari Siti dari satu lot kedai ke satu lot kedai yang lain mencarimu dan
membawa Siti pulang ke rumah."
"Siti selalu sengal-sengal badan sewaktu 'teman baik' Siti datang setiap
bulan, dan Abang harus memberikan tangan Abang untuk
memicit dan mengurut kaki Siti yang sengal itu."
"Siti lebih suka duduk di rumah, dan Abang selalu risau Siti akan
menjadi 'pelik'. Dan Abang harus membelikan sesuatu yang dapat
menghiburkan Siti dirumah atau meminjamkan lidah Abang untuk menceritakan
hal-hal kelakar yang Abang alami.."
"Siti selalu menatap komputer, membaca buku dan itu tidak baik untuk
kesihatan mata Siti, Abang harus menjaga mata Abang agar ketika kita tua
nanti, abang dapat menolong mengguntingkan kukumu dan memandikanmu. "
"Tangan Abang akan memegang tangan Siti, membimbing menelusuri pantai,
menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna
bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu."
"Tetapi sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Kerana,
Abang tidak sanggup melihat airmatamu mengalir menangisi kematian Abang."
"Sayangku, Abang tahu, ada ramai orang yang boleh mencintaimu lebih
daripada Abang mencintai Siti."
"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tangan, kaki, mata
Abang tidak cukup bagi Siti. Abang tidak akan menahan diri Siti mencari
tangan, kaki dan mata lain
yang dapat membahagiakan Siti."
Airmata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuatkan tintanya menjadi
kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya lagi.
"Dan sekarang, Siti telah selesai membaca jawapan Abang. Jika Siti
puashati dengan semua jawapan ini, dan tetap inginkan Abang tinggal di
rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, Abang sekarang sedang berdiri
di luar sana menunggu jawapan Siti."
"Tetapi, jika Siti tidak puas hati,
sayangku...biarkan Abang masuk untuk mengemaskan barang-barang Abang, dan
Abang tidak akan menyulitkan hidupmu. Percayalah, bahagia Abang bila Siti
bahagia."
Saya terpegun. Segera mata memandang pintu yang terkatup rapat. Lalu saya
segera berlari membukakan pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu
dengan wajah gusar sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.
Oh! Kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari
dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah
beransur-ansur hilang dari hati kita kerana kita merasa dia tidak dapat
memberikan cinta dalam 'kewujudan' yang kita inginkan, maka cinta itu
telah hadir dalam 'kewujudan' yang tidak pernah kita bayangkan sebelum
ini.
"So love the people who treat you right, forget about the ones who don't, and believe that everything happens for a reason. If you get a chance, take it. If it changes your life, let it. Nobody said that it would be easy, they just promised it would be worth it. Eventually feels a lot better than actually."-Meredith Grey
Thursday, August 20, 2009
Wednesday, August 19, 2009
KISAH CINTA ZULAIKHAH KEPADA NABI YUSUF a.s
Isteri Perdana Mesir adalah wanita yang cantik menawan rupawan, umurnya masih muda untuk berdamping dgn seorang perdana menteri. Namanya Zulaikhah.. Zulaikhah melihat Nabi Yusuf a.s membesar. Bila Nabi Yusuf a.s telah membesar menjadi seorang lelaki Zulaikhah terpesona dgn ketampanan Nabi Yusuf a.s. Zulaikhah cuba menggoda Nabi Yusuf a.s dagn berbagai2 cara. Namun tidak berhasil. Hinggalah satu masa, Zulaikhah memanggil Nabi Yusuf a.s ke kamarnya dan Zulaikhah mengunci bilik tersebut. Dia cuba menggoda Nabi Yusuf a.s sekali lagi. Namun orang yang telah terpilih sebagai rasul Allah ini sangat mapan imannya.. Allah telah menjaga hatinya dari gelojak nafsu kebanyakan lelaki iaitu wanita. Nabi Yusuf a.s cuba melarikan diri, tetapi begitu kuat juga Zulaikhah mengejarnya.. Lalu tertariklah Zulaikhah akan baju yang dipakai Nabi Yusuf a.s sehingga terkoyak. Koyakan itu berlaku pada belakang badan Nabi Yusuf a.s.
Bila pintu terbuka terkejutlah kedua2nya kerana si perdana menteri telah sedia berdiri di depan pintu. Zulaikhah menuduh Nabi Yusuf cuba menodainya. Nabi Yusuf a.s mempertahankan kebenarannya yang Zulaikhah cuba menggodanya. Then,adalah sorang dari kaum kerabat mereka member cadangan. Jika koyakan baju Nabi Yusuf a.s adalah di bahagian depan, yakni dadanya maka Nabi Yusuf a.s yang bersalah, jika koyakan itu di belakang maka Zulaikhah la yang bersalah. Jelaslah siapa yang bersalah. Tapi, oleh sebab perdana menteri itu mahu menutup malu isterinya dia meminta Nabi Yusuf tidak menceritakan hal ini kepada sesiapa. Tapi, dinding itu mampu mendengar inikan pula manusia. Kisah ini tersebar keseluruh pelusuk Mesir. Ramai yang mencemuh Zulaikhah.
Untuk membela dirinya, Zulaikhah mengadakan majlis dgn memanggil seluruh kaum wanita di Mesir. Mereka diberi makanan yang lazat2. Di penghujung majlis Zulaikhah menghidangkan pada mereka lagi jamuan lalu disertakan dgn pisau. Semasa mereka memotong jamuan itu Zulaikhah meminta Nabi Yusuf a.s untuk keluar menampakkan diri kepada mereka. Pabila Nabi Yusuf a.s keluar, amatlah terpesona kesemua wanita2 yang hadir di majlis itu sehingga mereka melukai jari tangan mereka dgn pisau tanpa sedar. Tengoklah.. Ini baru pertama kali mereka melihat Nabi Yusuf a.s sahkan Zulaikhah yang telah lama memandang Nabi Yusuf a.s.
Para pegawai kerajaan Mesir akhirnya memasukkan Nabi Yusuf a.s ke dalam penjara tanpa batas batu yang ditetapkan. Langkah ini bertujuan untuk menutup skandal isteri perdana menteri. Selama bertahun2 Nabi Yusuf a.s tinggal di dalam penjara sehinggalah Nabi Yusuf a.s berjaya menafsir mimpi raja Mesir. Raja Mesir memanggil Nabi Yusuf a.s untuk keluar dari penjara namun ditolak Nabi Yusuf a.s. Nabi Yusuf a.s meminta raja Mesir membesrsihkan namanya terlebih dahulu. Raja Mesir menurutinya. N, semuanya berjalan lancar.. Nama Nabi Yusuf a.s telah bersih dan diangkat menjadi bendaharawan Negara.
Seiring dgn perkembangan zaman, usia Zulaikhah pun dimakan zaman, kini dia menjadi wanita tua dan papa, matanya rabun dan pendengarannta tidak tajam.
Tapi cintanya pada Nabi Yusuf a.s tidak pernah padam. Zulaikhah pada awalnya adalah seorang penyembah berhala tatkala dia cuba menggoda Nabi Yusuf a.s. Selepas kejadian itu, dia menghancurkan seluruh berhala2nya. Dia berpindah hati, di atujukan cintanya pada Allah Azza Wa Jalla.. Allah sentiasa mendengar rintihan hati Zulaikhah.
Zulaikhah berdoa:”Wahai Allahku, kini tiada lagi harta, kedudukan dan kecantikan yang kumiliki. Diriku hidup sebatang kara, tua, hina, dina dan papa. Engkau uji diriku dgn cinta kepada Yusuf a.s. Maka sambungkan cintaku kepada Yusuf a.s. Jikalau Engkau tidak berkenan mewadahi cintaku dgn Yusuf a.s. Maka ambillah cintaku di hati Yusuf a.s, agar aku muarakan segenap cintaku hanya kepada Engkau semata.”
Para malaikat terharu dan bersimpati dgn Zulaikhah, dan kemudian mereka memohon kepada Allah untuk membantu Zulaikhah. Lalu Allah berkata,”Wahai para malaikat, telah tiba saatnya menolong dirinya.”
Tatkala Nabi Yusuf a.s melalui tempat Zulaikhah tinggal, Zulaikhah memanggilnya. Nabi Yusuf a.s bertanyakan Zulaikhah kemana perginya harta kekayaanmu? Kecantikanmu? Zulaikhah menjawab,”Semuanya terkubur oleh cintaku kepadamu wahai Yusuf a.s. ”
Lalu Nabi Yusuf a.s bertanya lagi,”Apa yang kau inginkan saat ini Zulaikhah?” Zulaikhah menjawab,”Aku inginkan 3 hal. Kecantikan, harta dan jalinan pernikahan.”
Nabi Yusuf a.s sangat terkejut mendengar permintaan itu lalu bergegas pergi dari situ.
Saat itu, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Yusuf a.s melalui malaikat Jibril. Wahyu tersebut mengatakan yang Allah telah melamar Zulaikhah untuk Nabi Yusuf a.s. Para malaikat menjadi saksi pertunangan mereka. Nabi Yusuf a.s bertanya kepada malaikat Jibril,”Wahai Jibril, bukankah Zulaikhah sekarang ini tidak cantik lagi? Dia sudah tidak berharta dan tidak muda lagi?” Lalu berkatalah malaikat Jibril,”Allah berkuasa atas apa yang Dia kehendaki.”
Allah kemudian menganugerahkan kepada Zulaikhah kecantikan dan kejelitaan. Dia tampak muda, seperti gadis berusia 17 tahun, bahkan lebih menawan dari Zulaikhah yang pernah cuba menggoda Nabi Yusuf a.s.
Selepas pernikahan mereka, Nabi Yusuf a.s benar2 tidak berdaya menahan dirinya. Tiap kali melihat wajah Zulaikhah, Nabi Yusuf a.s akan tergoda dan meminta untuk menghabiskan masanya bersama Zulaikhah. Nabi Yusuf a.s tidak tahan menunggu lama isterinya khusyuk menunaikan solat. Nabi Yusuf a.s benar mengemis dan merayu cinta Zulaikhah. Nabi Yusuf a.s memohon Zulaikhah untuk menunaikan permintaannya, namun Zulaikhah menolak. Dia berdiri meninggalkan suaminya untuk melanjutkan solat. Cintanya hanya untuk Allah. Nabi Yusuf a.s mengejar isterinya dan cuba menangkap tubuhnya sehingga baju Zulaikhah terkoyak.
Melihat kejadian itu malaikat Jibril turun dari langit dan mendatangi Nabi Yusuf a.s dan berkata: Wahai yusuf baju dgn baju. Kepedihan Zulaikhah terbalas dgn kepedihanmu! Maha suci Allah. Tuhan Pengubah situasi. Baju dgn baju.
Monday, August 10, 2009
Kuasa CINTA
“seseorang yang memiliki rasa cinta dan kasih sayang, maka dia akan rela berkorban apapun untuk yang dicintanya, karena kekuatan cinta sangat dahsyat yang mampu menerjang pagar-pagar kokoh yang menghadangnya”
Cinta dan kasih sayang adalah karunia indah yang diberikan allah kepada setiap makhluknya, berkat curahan cinta seseorang rela berkorban melakukan manfaat apapun untuk yang dicintainya meskipun itu sangat berat dan banyak onak dan duri. Seseorang yang benar-benar cinta pada tubuhnya maka ia akan rela meninggalkan rokoknya, seseorang yang cinta pada orang tuanya maka ia akan manfaatkan dengan baik uang yang diamanahkan padanya, cinta pada ilmu maka ia akan belajar dengan sungguh-sungguh. Begitulah the power of love yang seharusnya kita pahami dan ditanamkan pada diri kita, sehingga dapat dibayangkan betapa manisnya menapaki kehidupan dengan pengorbanan cinta. menuntut ilmu dengan cinta, membelanjakan uang dari orang tua dengan cinta, dan menjaga tubuh dari bahayanya asap nikotin karena cinta.
Cinta kepada allah-lah merupakan cinta tertinggi dari sekian banyak cabang cinta yang ada didunia ini. yang dapat menyingkirkan dan mengalahkan cinta-cinta yang lain. Kecintaan yang tiada lawan bandingnya.
Seorang sufi wanita dari Basrah yaitu Rabi’ah Al- Adawiyah pernah berkata ketika beliau berziarah ke makam Rasulullah Saw. : “Maafkan aku ya Rasul, bukan aku tidak mencintaimu, akan tetapi hatiku telah tertutup untuk cinta yang lain, karena telah penuh cintaku kepada Allah Swt”.
Begitulah the power of love seorang Rabiah Al-Adawiyah kepada allah yang kekuatanya mampu mengalahkan cinta-cinta lain, kecintaaan yang paling tertinggi kepada sang maha pemilik cinta. akan tetapi bukan berarti tidak dibenarkan cinta pada yang lain. Karena cinta kepada rasul, cinta kepada istri, cinta kepada hewan, cinta kepada harta, cinta kepada teman-teman adalah merupakan suatu bentuk cinta kepada allah. Dan dia adalah tempat berpusatnya cinta. (Center of the love)
Sewaktu masih kecil Husain cucu Rasulullah Saw. bertaya kepada ayahnya, Sayidina Ali ra: “Apakah ayah mencintai Allah?” Ali ra menjawab, “Ya”. Lalu Husain bertanya lagi: “Apakah ayah mencintai kakek dari Ibu?” Ali ra kembali menjawab, “Ya”. Husain bertanya lagi: “Apakah ayah mencintai Ibuku?” Lagi-lagi Ali menjawab,”Ya”. Husain kecil kembali bertanya: “Apakah ayah mencintaiku?” Ali menjawab, “Ya”. Terakhir Si Husain yang masih polos itu bertanya, “Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?” Kemudian Sayidina Ali menjelaskan: “Anakku, pertanyaanmu sungguh hebat! Cintaku pada kekek dari ibumu (Nabi Saw.), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah kerena cinta kepada Allah”. Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah Swt. Setelah mendengar jawaban dari ayahnya itu Husain jadi tersenyum mengerti.
Kecintaan seseorang kepada keluarga, harta, kedudukan adalah suatu yang lumrah, siapapun akan berkorban untuk menjaga keluarganya, hartanya, dan kedudukanya dikarenakan besarnya rasa cinta. akan tetapi waspadalah akan kecintaan terhadap mereka, jangan sampai menjauhkan atau bahkan sampai melupakan cintanya kepada allah sang pemilik cinta yang hakiki. Kecintaan yang harus lebih diunggulkan dari pada cinta yang lain, dan ini adalah merupakan tolak ukur mengenai keimanan seseorang. Nabi Saw pernah bersabda;
“Belum sempurna imam seseorang itu hingga ia Mencintai Allah dan Rasulnya melebihi cintanya dari pada yang lain”.
Seseorang yang mencintai allah maka dia juga akan mencintai makhluk yang lain, karena cinta kepada allah tidak akan membuat seseorang merusak cintanya kepada yang lain justru malah sebaliknya akan sangat mencintainya karena allah. Akan tetapi cinta yang berlebihan kepada makhluk bisa jadi melupakan akan cinta kepada allah.
Jadi teringat sepenggal nasehat Aa Gym dalam ceramahnya, “hati-hati jika mencintai makhluk, jangan sampai karena hadirnya makhluk cintamu kepada Sang pencipta makhluk menjadi berkurang, karena suatu saat nanti makhluk yang kamu cintai itu bisa saja diambil dari sisi kamu”
Teman pembaca sekalian, jadi mari, dan silahkanlah bercinta dan mencintai, cinta yang segalanya hanya karena sang pemilik cinta. Cinta yang bernilai ibadah jika disandarkan karena cinta kepadanya. Dan dia adalah cinta yang lebih berharga dari pada dunia beserta isinya.
“Ya Allah karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu dan kecintaan apa saja yang mendekatkan diri kami pada kecintaan-Mu. Jadikanlah dzat-Mu lebih kami cintai dari pada air yang dingin bagi orang yang dahaga.” Wallahu a’lam.
CINTA
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah setan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat,
mengubah kikir jadi dermawan,
mengubah kandang jadi taman,
mengubah penjara jadi istana,
mengubah amarah jadi ramah,
mengubah musibah jadi muhibbah,
itulah CINTA !!!
Sekalipun CINTA telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar.
Namun jika CINTA kudatangi, aku jadi malu pada keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang.
Namun tanpa lidah,
CINTA ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa gesa menuliskannya
Kata kata pecah berkeping keeping begitu sampai kepada CINTA
Dalam menguraikan CINTA, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keldai terbaring dalam Lumpur
CINTA sendirilah yang menerangkan CINTA dan perCINTAan
Wednesday, July 29, 2009
Jika...
Setelah ikan itu terlekat di mata kail,
hendaklah kamu mengambil ikan itu....
Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia
semula ke dalam air begitu saja....
Kerana ia akan SAKIT oleh kerana bisanya
ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan MENDERITA selagi ia masih hidup.
Begitulah juga ........
Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN
kepada seseorang...
Setelah ia mulai MENYAYANGIMU hendaklah kamu MENJAGA hatinya....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....
Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu
dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu. ...
Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar KEPERLUANmu. ..
Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu menampalnya semula.... Akhirnya ia dibuang....
Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH seadanya....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu ISTIMEWA....
Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. ...
akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhirnya....
Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi...
yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, cuba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelazatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan MENYESAL.
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan.....yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu.MENYAYANGIMU. .. MENGASIHIMU. ..
Mengapa kamu berlengah, cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain.
Terlalu mengejar KESEMPURNAAN.
Kelak, kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain.. Kamu juga yang akan MENYESAL....
Tuesday, July 28, 2009
Apparently
* memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yg salah supaya kita
dapat menjadi penilai yg baik.
* memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yg salah supaya kita
sedar bahawa kita hanyalah makhluk yg sentiasa mengharapkan pertolongan ALLAH.
* memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yg salah supaya kita
dapat KASIH SAYANG YANG TERBAIK,KHAS UNTUK DIRI KITA.
* memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yg salah supaya kita
sedar bahawa ALLAH MAHA PEMURAH & PENYAYANG kerana mengingatkan kita bahawa dia bukanlah pilihan yg hebat untuk kita dan kehidupan kita pada masa depan...
* memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yg salah supaya kita
dapat mengutip pengalaman yg tak semua orang berpeluang untuk mengalaminya.
* memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yg salah supaya kita
jadi MANUSIA YG HEBAT JIWANYA.
* memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yg salah supaya kita
lebih faham bahawa CINTA YG TERBAIK HANYA ADA BERSAMA ALLAH.
* memang ALLAH sengaja menemukan kita dengan orang yg salah supaya kita
LEBIH MENGENALI KEHIDUPAN YG TAK SELAMANYA KEKAL.
Wahai sahabat yg kecewa, menderita dan sengsara kerana cinta, fahamilah
bahawa kehidupan kita makin sampai ke penghujungnya.
Hari esokpun kita sendiri tak pasti samada menjadi milik kita. Gapailah
keredhaan ALLAH dengan melaksanakan suruhan-NYA, dan meninggalkan
laranganNYA. .
PERCAYALAH sesungguhnya ALLAH malu untuk menolak permintaan hamba-NYA yg menadah tangan meminta dengan penuh pengharapan
HANYA kepada-NYA.
Wednesday, June 24, 2009
SIGNs
Based on my observations, and fair share of experiences, the one main problem why relationships don't work is because both parties have different wants and needs. So that is why I decide to place this important sign first, before you excitedly make a decision whether or not he's the right man for you. The first, most vital sign is - He shares the same common ground as you do. Having the same interests is always a bonus. But Ladies, it is very very important that you both want the same things. The same things doesn't mean that you both have to enjoy the same food, the same sense of style, the same sleeping positions, the same favorite color, or the same favorite music, etc. What I mean is, there are more than the littlest share of common grounds to think of. Knowing if he's the right man is to know what he wants in his life and in this case, your relationship. If he wants a serious relationship, and talks about having a family with you, while you only want a simple spontaneous type of relationship - that is a red flag sign. Do you ever wonder why couples who share the same interests and have the best chemistry suddenly broke up with no obvious reason? Well, let's just say it's better to have different interests at times - variety can gain you knowledge and it's easily accepted and tolerable - rather than having to tolerate something big and life-changing that you don't want, but you force yourself to in order to keep him.